Galau

“Galau segalaunya”

Belakangan ini, entah mengapa saya merasa jenuh dengan aktifitas yang saya lakukan. Ke kampus dan hanya menatap orang-orang, sementara saya sendiri seperti ditinggal arus.

Saya rindu, rindu saat-saat saya masih aktif di perkuliahan dulu. Rindu saat saya tinggal di wisma dan aktif di forum. Rapat dengan ikhwan maupun akhwat tanpa saling bertatap muka. Ketika saya menjadi sekretaris umum dan membina yang lebih muda, saya merindukan hal tersebut. Namun kini mereka sudah dewasa, mampu menjalankan forum tanpa bimbingan lagi.

Saya kangen, kangen dengan saat masih banyak mata kuliah yang harus saya hadapi. Saat saya menjadi ketua kelas dan (setidaknya) dibutuhkan oleh teman-teman untuk mengumpulkan tugas. Saat saya mesti mengirim Jarkom tugas malam-malam kepada semua teman. Saat saya berdiskusi dengan dosen tentang bagaimana format tugas yang akan dikumpulkan secara berkelompok. Saat saya masih menghadapi kuliah dengan banyak tawa bersama teman-teman. Namun kini mereka sudah sibuk sendiri-sendiri. Beberapa ada yang memanjat tembok tinggi untuk meraih gelar wisuda sementara saya masih mengejar ketertinggalan tersebut.

Saya ingin, ingin kembali saat saya masih menjadi pengurus di salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa. Menjadi koordinator penelitian dan merencanakan kegiatan-kegiatan yang (diharapkan) dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa lainnya. Berkutat dengan masalah maupun dana yang mesti diatur. Kesana-kemari mencari sponsor untuk sebuah kegiatan. Pergi ke rektorat untuk meminta dana pada pembantu rektorat 3. Namun kini kami telah lengser, turun dari jabatan dan terlupakan dengan kesibukan masing-masing. Bertemu hanya melalui layar monitor dan berbincang melalui tulisan yang diketik.

Saya rindu, kangen, dan ingin kembali ke masa-masa itu kembali. Akankah saya merasakan kembali kesibukan-kesibukan yang membuat hidup saya berharga? Saya menunggu, menunggu waktu menjawab tanya tersebut.

“Kebahagiaan Terbesar Seorang Insan Adalah Saat Ia Bermanfaat Bagi Lingkungan dan Orang-orang Di Sekitarnya.”Β 

Iklan

32 pemikiran pada “Galau

  1. Hicha Aquino

    eheuu.. kena sindrom swasta nih.. (mahaSisWA Stress Tugas Akhir) πŸ˜€

    Semangat dek!! Bersyukurlah karena masih ada hal yg bisa dirindukan.. πŸ™‚

  2. yah samalah sepertiku… sekarang hanya berteman dengan monitor. kangen sama2 masa2 waktu masih ada perkuliahan. kangen nongrong di koridor Y lagi.. kangen juga diceng2in temen. 😦

  3. Haha, cari kesibukan aja untuk mengurangi ke-galau-an itu πŸ˜› Kadang emang gitu sih. Suatu saat merasa sibuuk bgt sama tugas ato apa lah, tp begitu udah beres koq ada kaya rasa “kangen” untuk sibuk lagi, hahaha πŸ˜›

  4. ah sama… belakangan saya juga jenuh sama dunia perkampusan
    mulai tugas akhir yang belum bisa dimulai sampai teman-teman yang udah pada punya kesibukan sendiri-sendiri…

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s