Pejalan Malam

Sahabat pernah mengalami susah tidur? Atau istilah kerennya, insomnia? Gua hampir tiap malam mengalaminya. Menurut sepengetahuan gua, insomnia merupakan suatu penyakit yang membuat penderitanya mengalami kesulitan untuk dapat tidur. Hal ini dapat disebabkan oleh banyak hal, bisa karena banyak pikiran, suasana yang tidak mendukung untuk tidur, bahkan kebiasaan tidur di siang hari yang membuat kita susah untuk bisa tidur di malam hari.

Gua mulai mengalami insomnia sejak masih di bangku sekolah menengah atas. Setiap akan tidur, gua membutuhkan waktu paling tidak dua jam untuk dapat tidur. Biasanya gua sudah berbaring di atas ranjang pada pukul sembilan, kemudian bukan berarti gua bisa langsung tidur. Setelah itu, pikiran gua akan mengembara entah kemana dan membuat gua hanya bisa berguling-guling di atas kasur baru kemudian dapat tertidur. Meskipun terkadang mata sangat mengantuk, namun benak seakan tak mau berhenti untuk berpikir. Untungnya sepulang sekolah gua masih bisa menambah porsi istirahat gua dengan tidur siang, sehingga gua masih tetap bugar setiap hari.

Menginjak bangku perguruan tinggi, insomnia gua bertambah parah. Tugas-tugas yang banyak membuat gua mesti mengorbankan malam-malam yang sepi untuk mencicil tugas. Apalagi sewaktu di semester satu, gua diharuskan membuat tugas dengan ditulis tangan. Baik itu berupa ringkasan buku, menulis cerpen, ataupun membuat artikel. Parahnya, meski di perguruan tinggi jadwal kuliah tidak seperti di SMA yang masuk pagi-keluar siang, gua justru tidak bisa menambah porsi istirahat gua. Kegiatan gua di beberapa organisasi memaksa gua mencuri-curi waktu di sela-sela perkuliahan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Sebelum mempunyai notebook, gua merasa kesulitan mengatasi penyakit susah tidur tersebut. Hanya berdiam di atas kasur menunggu tertidur justru membuat gua makin tersiksa. Akhirnya gua mencari cara mengatasi kebosanan tersebut. Salah satunya dengan keluyuran jalan-jalan malam. Biasanya setelah makan malam dan shalat isya, maka gua akan naik angkot ke suatu tempat yang cukup jauh dari kos namun masih bisa ditempuh dengan jalan kaki. Lewat pukul sepuluh, angkot tidak ada lagi. Jadilah gua akan berjalan kaki dari tempat tersebut sampai ke kosan.

Gua sangat menyukai saat-saat berjalan malam tersebut. Gua suka mengamati kegiatan orang-orang di saat malam telah larut. Gua jadi tahu beberapa orang masih giat bekerja di luar rumah sementara orang lain mungkin sudah pulas memeluk selimut mereka di rumah. Tukang kacang rebus, agen travel, pedagang makanan kaki lima, penjaga warung intenet, pengangkut sampah hingga anak-anak punk yang berkumpul di lampu merah. Awal mencoba berjalan-jalan di malam hari, gua takut juga. Takut diganggu dengan orang-orang jahat, diculik, bahkan dijual ke luar negeri sana. Untungnya, Padang termasuk kategori kota yang cukup aman. Belum pernah gua mengalami tindak kejahatan hingga saat ini.

Banyak hal lucu yang pernah gua alami sejak gua suka berjalan-jalan di malam hari. Gua pernah dikagetkan orang gila saat lewat di kegelapan malam. Untungnya orang gila tersebut tidak bertindak terlalu jauh. Ada lagi pengalaman lucu lainnya. Suatu malam, saat gua sedang dalam perjalanan pulang, sebuah mobil mendekat. Di kursi pengemudi, tampak pria muda dengan pakaian rapi. Sementara di kursi penumpang dekat gua berdiri, seorang pria paruh baya juga berpakaian rapi. Si bapak kemudian menurunkan kaca mobil dan berbicara ke gua.

“Maaf, Dek. Numpang tanya.”

“Iya, Pak?” (mendekat dengan tampang polos)

“Kamu tinggal di dekat sini?”

“Err, bisa dibilang begitu Pak.” (g mungking kan gua bilang kalau gua lagi kelayapan?)

“Kamu tahu g, dimana cewek nakal biasa mangkal?”

GUBRAK! Gua yang mendengar pertanyaan tersebut jadi bengong dan gelagapan.

“Wah, maaf Pak. G tahu. Coba aja cari di dekat GOR atau di pinggir jembatan.” (bukan berarti gua sering ke sana, lho. Tapi gua tahunya dari gosip yang beredar)

Gua pun pamit dan lari. Gua takut jika mereka merasa dibohongi, kemudian mereka akan mengejar gua dan menculik gua. Oh, tidak. Gua masih ting-ting! (apa, sih?) 

Banyak teman-teman gua yang berdecak kagum bahkan geleng-geleng kepala dengan hobi jalan-jalan malam gua. Gua sendiri bukan tipe orang yang takut dengan kegelapan. Makanya, tidur di sekretariat organisasi pun bukan masalah bagi gua. Sering kali, gua mengalami pengalaman mistis sewaktu tidur di kampus. Pernah suatu malam gua kebelet pipis, berhubung gua g suka pipis di sembarang tempat, gua pun pergi ke toilet Fakultas Ekonomi. Saat lagi asyik-asyiknya mencurahkan perasaan, tiba-tiba gua mendengar bunyi gemericik dari toilet sebelah. Gua tengok, kosong. Kemudian tiba-tiba kran air di toilet cewek terbuka. Takut? Sedikit, tapi gua menyugesti pikiran gua agar tidak takut. Gua usir bayangan-bayangan seram di pikiran gua. Sebab menurut gua, ketakutan itu timbul dari sugesti kita terhadap suatu hal. Gua pun keluar toilet dengan tenang dan berjalan lurus. 

Pernah pula sewaktu tidur di sekre, tiba-tiba gua melihat sesosok bayangan tangan lewat di jendela. Lagi-lagi gua menyugesti diri gua kalau itu cuma tangan orang dari sekre di sebelah yang lewat. Yang senantiasa jadi bahan tertawaan teman-teman organisasi gua adalah saat gua keluar jam dua malam cuma untuk mencari lotion anti nyamuk. Ya habis mau bagaimana lagi, gua paling tidak bisa tidur nyenyak kalau banyak nyamuk.

Berbagai cara sudah gua lakukan buat mengatasi insomnia gua. Ada yang bilang gua mesti ngitung domba. Udah gua coba, tapi tingkat intelegensia gua yang rendah membuat gua sering bingung domba yang lompat barusan domba yang keberapa?   Ada pula yang bilang mesti minum susu hangat agar badan rileks dan cepat tertidur. Ini pun sudah gua coba, sayangnya meski gua udah minum susu tiga gelas pun, tetap pikiran g mau tenang. Kemudian ada lagi yang menyarankan gua untuk olahraga sebelum tidur. Gua cuma tertawa mendengar sarannya. Asal dia tahu aja, secapek apapun gua ketika insomnia menyerang maka tetap susah tidur. 

Sampai sekarang, gua masih mengidap insomnia akut. Rekor insomnia gua adalah tidak tidur sama sekali semalaman. Hasilnya? Esoknya gua puyeng dan tekanan darah rendah gua kumat. Saat ini gua sudah tidak pernah lagi keluyuran malam. Selain karena kosan gua yang baru terlalu jauh dari jalan raya sehingga tidak asyik untuk dijelajahi, juga karena gua udah punya netbook. Setidaknya gua bisa mengalihkan insomnia tersebut dengan main game, menonton film, atau sekedar mengetik tulisan untuk dimasukkan ke blog.

Yah, begitulah kehidupan gua. Kalau beberapa orang bilang, hidup kaya gitu itu sama kaya musang. Siang lalok (tidur), malam batanggang (bergadang). Untungnya saat ini insomnia gua tidak terlalu sering kumatnya. Akan tetapi, entah mengapa gua jadi merindukan saat-saat gua keluyuran malam tersebut.

Bagaimana dengan sahabat sekalian? Apakah mempunyai masalah dengan tidur juga? Atau sudah menemukan solusi mengatasi kesulitan tidur tersebut?

32 pemikiran pada “Pejalan Malam

  1. Dulu gara2 ngerjain tugas dan skripsi aku juga tiudr jam 3-4 subuh gt.. padahal pagi2 harus bangun dan ketemuan sama dosen pembimbing.. awalnya mikir pas kerja yg harus masuk jam 7 pagi susah neh.. ternyata karena rutinitas malah aku skrg kurang mampu tidur malam lagi.. jam 11 udah hebat aku bs tidak ketiduran hehe..

  2. wow :O keren tuh nightwalker😛

    klo aku lagi susah tidur, aku bener-bener bertekad dan berniat harus tidur, kosongin benak ngebayangin lagi mandang lautan yang luaaaas banget dan sedang terombang-ambing gitu atau
    sambil ngobrol sama Tuhan, “Ya Allah, pejamkan mata saya, lelapkan benak saya supaya besok bisa lebih baik dalam menuntut ilmu dan bisa berbuat lebih baik dari hari ini, aamiin”

  3. Baca postingan yang ini jam segini, di saat suasana sepi, pas bagian di kampus nya itu loh, bikin aku merinddiiiing…

    Coba deh baca buku, kayanya bisa tuh bikin ngantukk..apalagi buku pelajaran,hehe

  4. Waktu di Indo dulu memang aku juga sering begadang deh. Ya nggak pernah sampai nggak tidur sih (rekornya sampe jam 5.30 pagi gara2 semangat banget ngetik skripsi (mau berhenti rasanya nanggung gitu), trus tidur deh, dan bangun jam 12, hahaha :D). Tapi entah kenapa semenjak pindah ke Belanda ini jadi lebih teratur deh. Ya bukan berarti tidur jam 9 ya. Cuma setidaknya uda tidur jam 11-12an lah gitu, hehehe🙂 Kalo kuliah pagi, aku usahain maksimal jam 11 harus udah tidur, haha😀

    Entah kenapa, kalo begadang, pas bangun gitu badan rasanya nggak enak. Beneran deh, kaya nggak sehat gitu, hehe🙂

    Btw, yg bapak-bapak itu gelo banget dah, masa nanya cewek nakal ada dimana, gyahahahahaha😆

  5. Ping-balik: Perempuan Penunggu Kamar « Dunia Jungkir Balik

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s