Shocking Gift

Karin masih bingung dengan apa yang ia akan pakai nanti malam. Meski sudah beberapa helai pakaian bertebaran di kasurnya, namun ia masih belum bisa memilih. Setelah lama berperang dengan hati, akhirnya ia memutuskan pilihan. Memadukan jins dan blouse kelabu. Untuk menjaga suhu tubuhnya tetap hangat, Karin menjatuhkan putusan pada light khaki trench coat. Tak berlebihan ia rasa, sebab hari ini hari yang istimewa.

Ponselnya bergetar. Pesan singkat, batinnya. “Sayang, sebelum kita pergi, kamu lihat dulu hadiah yang nanti ku kirimkan ya.” Bibirnya menyunggingkan senyum. Bowo memang piawai memainkan hatinya.

*          *          *

Beberapa jam sebelumnya.

Bowo melangkah pasti ke dalam toko. Interior toko yang ia datangi membuat hatinya makin mantap. Ia sebenarnya tidak tahu akan memberikan hadiah apa pada Karin yang berulang tahun hari ini. Namun saudaranya Karin menganjurkannya ke Shocking Gift, toko yang masih baru tapi sudah cukup punya nama di kota mereka karena keunikannya. Toko tersebut menyediakan berbagai pilihan kado kejutan berdasarkan keinginan pembeli. Pembeli cukup menyebutkan clue kado yang diinginkan. Dan Shocking Gift akan memberikan kado yang sesuai dengan keinginan pembeli.

“Selamat siang, Pak. Kado seperti apa yang ingin bapak inginkan?” Pramuniaga toko tersebut menyambutnya ramah.

“Saya ingin kado yang berdetak, mengejutkan, dan tak terlupakan. Seperti ini.” Telunjuk Bowo mengarah pada brosur khusus.

Pramuniaga ternganga. “Bapak yakin?”

“Pasti, saya yang akan menanggung semuanya.”

*          *          *

Karin baru selesai memoleskan lipstik merah darah di bibir tipisnya saat bel berbunyi. Ia bergegas ke depan, namun hanya menemukan sebuah kotak hitam di depan pintu. Setelah menutup pintu, Karin pun duduk di sofa. Ia baru saja akan membuka kado ketika ponselnya berdering. Bowo.

“Ya, sayang? Kadonya sudah aku terima. Tapi kok warna bungkusannya hitam? Apa ga ada warna yang lain?”

“Sebab aku ingin memberikan kejutan yang tak terlupakan untuk kamu. Selamat ulang tahun, ya. Maaf aku ga bisa selalu memenuhi permintaanmu.”

Karin tersenyum, ia merasa bangga. Sebagai wanita, Karin memang selalu ingin menjadi yang dominan di hubungan mereka. Walau beberapa orang menyebutnya egois, Karin tak peduli. Ia juga selalu ingin memiliki apa yang dimiliki saudaranya. Seperti Bowo, meski saudaranya lah yang lebih dahulu mengenal Bowo, namun Karin berhasil memiliki Bowo setelah cek-cok panjang dan berakhir dengan mengalahnya saudaranya.

Karin membuka kadonya perlahan sambil menjepit ponsel dengan telinganya. Tiba-tiba, dari dalam kado terdengar bunyi berdetak yang makin lama makin kencang. Saat membuka tutup kado, terpancar cahaya yang menyilaukan mata Karin. Hawa panas dan dentuman besar meluluhkannya. Lamat-lamat, dari ponsel yang terbakar masih terdengar suara Bowo yang bernyanyi “Panjang umurnya, panjang umurnya.” Sejak itu, Karin tak pernah ada.

*          *          *

Bowo menutup ponselnya. “Berhasil,” bisiknya di telinga gadis yang ia gandeng. Gadis berkacamata itu tersenyum.

“Omong-omong, baju kamu kok kaya yang dipakai Karin kemarin?” tanya Bowo. “Cuma beda corak saja.”

“Karin kan memang selalu ingin memiliki apa yang aku punya.” Jawab si gadis tipis. Ia mengangsurkan kartu kredit untuk membayar tagihan makanan. Sejenak, mata Bowo tertuju pada nama di kartu kredit tersebut.

Karina.

Bowo terdiam. Bukan salah dia jika ia dan Karina terpaksa meniadakan kehadiran Karin. Sebab sejak awal, Karin tidak pernah memiliki hatinya. Cinta memang gila, bisiknya lirih.

“Kenapa,” tanya Karina

“Ga. Yuk, kita pergi.” Bowo merengkuh Karina ke dalam pelukannya. Erat.

522 kata

Catatan:

Udah lama ga nulis flash fiction, rasanya kaku banget. Sengaja menyesuaikan cerita dengan tema blog. Cuma sebulan ini aja pengen pake tema yang serem. 😆

 

 

 

Iklan

24 pemikiran pada “Shocking Gift

  1. Kok jadi kepikiran twist ending untuk cerita yang duper duper serem ini ya?
    Ternyata yang bareng ama Bowo adalah si Karin. Dia berhasil memperdaya si Bowo dan Karina. *haiyah*

    1. Aku juga mikirnya gitu.. kayak film horor dr thailand yg judulnya mirror gitu deh.. ternyata yg masih hidup selama ini yg jahat.. dan hantunya a.k.a kembarannya itu hanya ingin memperingatinya..

  2. SADIIIS!

    Etapi, si Bowo juga geje. Kalo sukanya Karina, napa mau2nya jalan sama Karin. Biarpun Karina ngalah sama Karin, tapi kalo Bowonya gak suka Karin, mestinya mereka (Bowo n Karin) ga pacaran. *tukangprotes*

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s