[Berani Cerita #10] Rahasia Liza

Young Girl on a Sofa (Mariaska) - Marc Chagall
credit

Liza mengendap-endap keluar dari kamarnya. Langkahnya sengaja dijinjit agar tak bersuara. Setelah memastikan tak ada yang melihat, ia berjalan perlahan menuju pintu depan. Tapi ia luput melihat sepasang mata yang mengamatinya di kegelapan.

***

Daniel menekuni grafik saham perusahannya. Ia tersenyum puas. Keputusannya untuk menekan tenaga kerja serta mengurangi upah, berhasil. Tiba-tiba pintu ruang kerjanya diketuk.

“Masuk!”

“Maaf, Pak. Saya ingin melaporkan penyelidikan seminggu belakangan.”

“Bagaimana hasilnya?”

“Semuanya ada di dalam surat, Pak.”

Sejenak, Daniel membaca surat di genggamannya. Napas panjang ia hembuskan setelah selesai membaca surat tersebut.

“Sesuai dugaanku. Pantas tindak-tanduk Liza tampak mencurigakan belakangan ini. Sekarang, di mana dia?”

“Nona masih belum pulang dari tadi, Pak.”

“Sesore ini? Hm, baiklah. Kau boleh kembali ke tempatmu.”

***

Liza baru saja duduk ketika pintu di depannya terbuka. Ayah Liza keluar dari ruang kerjanya sambil mengacungkan sepucuk surat. “Liza,” katanya, “aku sedang mencarimu; masuklah ke ruang kerjaku.”

Liza mengikuti ayahnya memasuki ruang kerja, dan ia menduga bahwa apa yang akan disampaikan oleh ayahnya tentu berhubungan dengan surat yang dipegangnya.

Mereka duduk berdua saling berhadapan. Liza menyusun kata-kata dalam kepalanya untuk memberikan penjelasan yang tepat.

“Belakangan ini kamu sering pulang telat. Ke mana kamu seharian?”

Liza mengangkat kepalanya namun ia tetap diam.

“Untuk apa kamu bersurat-suratan dengan Teguh, ketua pekerja kita? Kamu suka padanya, heh?”

“Jawab, Liza! Kamu itu tidak pantas berhubungan dengan buruh! Mereka itu kaum rendahan!”

Liza mencampakkan selembar foto usang ke meja Daniel.

“Lalu bagaimana dengan dia? Apa dia juga tidak berasal dari kaum rendahan?”

Daniel tersentak. Foto para buruh saat perusahaannya pertama kali berdiri. Salah seorang wanita di dalam foto, sangat mirip dengan Liza.

“Selama ini, Ayah selalu menutup-nutupi siapa ibu kandungku. Kenapa?”

Daniel masih berusaha mencari penjelasan yang tepat namun pengawalnya keburu masuk.

“Gawat, Tuan. Para buruh mengamuk. Mereka menuntut kenaikan upah dan pembatalan PHK!”

Sebuah batu memecahkan kaca ruang kerja. Liza tersenyum, ia beranjak pergi.

“Tunggu, Liza. Kamu mau ke mana?”

Liza berhenti di depan pintu dan membalikkan badannya.

“Sejak awal, tempatku bukan di sini. Kelompok pekerja, ke sanalah aku kembali.”

Mata cokelat Liza memandang pedih pria bermata biru di hadapannya. 

345 kata

26 pemikiran pada “[Berani Cerita #10] Rahasia Liza

  1. junioranger

    Liza dalang dr demo itu ya? baca 2x baru nangkep isinya. eh benarkah? ~ HIDUP BURUHHHH! *Naluri buruh keluar* walau aslinya ndak pernah ikutan demo

  2. jadi penasaran gambar awalnya deh *OOT😀. kirain tadi caranya menekan pengeluaran kayak yg lagi heboh di tipi ituh, trnyata yg ini lebih manusiawi, hehehehehe, emang itu ya twist-nya?

  3. wah..🙂 bagus! beberapa yang saya baca (termasuk punya saya) pasti patah antara prompt dan kalimat sesudah atau sebelumnya. Yang ini enak dibaca, idenya keren.😀

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s