Perempuan yang Mengiris Payudaranya Dua Kali

perempuan
Sumber: Instagram @betweenmirrors_com

 

Adik menangis lagi! Langkah ibu terdengar memburu menuju sumber suara. Aku keluar kamar perlahan. Tak ingin menimbulkan suara yang membuat tangisan adik makin kencang. Aku duduk di sebelah ibu yang berusaha menenangkan adik. Mata ibu begitu kuyu. Kasihan, badannya makin tipis seperti kasurku.

“Kak, adik ga mau minum susu botol lagi. Dari tadi dimuntahkan terus.”

Ibu memang selalu berbagi cerita denganku. Makanya aku sangat sayang padanya. Tidak seperti ayah. Ayah kerap menatap ibu dengan mimik jijik. Apalagi kalau ibu sedang berganti baju. Sebelum akhirnya ia pergi entah ke mana. Aku benci ayah.

Aku menarik daster ibu ke atas. Meraba payudara sebelah kanan. Di sana, ada selarik tipis bekas luka yang samar. Ibu pernah bercerita, aku juga pernah bertingkah seperti adik. Nah, agar aku tidak terus kehausan dan kekurangan nutrisi, ibu mengiris payudaranya.

Ibu menatapku lalu mengela napas. Tak ada lagi yang bisa ia lakukan. Ia mengambil silet yang biasa dipakai untuk memotong benang jahit. Perlahan, ibu mengiris payudara kirinya. Dari kulit yang teriris, cairan berwarna merah menetes. Tangan ibu menadah dan menuangnya ke mulut adik.

Mulut adik mengecap. Sepertinya ia suka dengan apa yang diberikan ibu. Tangan adik menjangkau-jangkau. Ibu makin banyak meneteskan cairan merah yang kadang bercampur warna kekuningan. Walau ibu tampak meringis, tapi dia senang adik tidak kehausan lagi.

Tiba-tiba banyak lalat yang mendekati payudara ibu. Ah, selalu begitu kalau ibu tidak menutup payudaranya. Aku mengambil sebuah bundelan untuk membantu ibu menggusah lalat-lalat nakal. Bundelan ini biasa ibu baca saat senggang sambil mencungkil borok di payudaranya. Bundelan kanker payudara.

**251 kata tanpa judul

**Untuk MFF dengan tema: Kedua

mff

20 pemikiran pada “Perempuan yang Mengiris Payudaranya Dua Kali

  1. Aduh, miris. Cuma, motifnya apa dia simpan bundelan itu? FF ini agak berbeda dengan ff Uda yang biasa kubaca, lebih straight foward, sedikit deskripsi, tapi tetap ada ledakan di akhir. Idenya bagus, Uda, pun judulnya.

  2. Si ibunya ini kanker PD. Harusnya ga boleh menyusui kalau dia kena kanker PD itu.😦
    Well, dari awal kamu woro2 tentang judul ini, aku udah nebak pasti si tokohnya kena kanker PD.😀

  3. ini kayakynya gue siwer mata dah,, hahaha.. pas baca judul tuh.. “memeras payudara” yang ada di otak gue setelah menerima signal dari mata. Ehh, pas baca isinya kok ngeri-ngeri sedap. Baca lagi judul “mengiris payudara” ternyata, hahahahhahaa…padahal gw kira isinya itu saru.
    Oh my!! apa pikiran gue yang gak beres, Keren Sulung!

Biasakan Berkomentar Setelah Membaca, Ya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s